Seperti yang banyak diketahui salah satu penyebab paling umum kerusakan mobil berasal dari Radiator mobil. Meskipun perawatannya yang sangat mudah namun ternyata juga mudah rusak juga lho. Pada saat mesin dinyalakan lalu berjalan, piston bergerak naik dan turun antara 1500rpm saat idle hingga 8000rpm saat flat-out sehingga menciptakan gesekan dan panas. Cara untuk membuatnya tetap dingin, yaitu dengan mengalirkan air melalui kanal di blok mesin ke radiator.

Sangat penting untuk merawatnya agar Radiator mesin mobil anda tetap dingin. Tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang bermasalah di bawah kap mesin akan dimulai dengan pengukur suhu air, yang mana itu harus berjalan tidak lebih dari 90 derajat Celcius. Jika suhu mulai naik maka anda harus menghentikan perjalanan anda. Tanda lainnya antara lain adalah adanya bau terbakar dan uap yang keluar dari bawah kap mesin.

Dikutip oleh Otodiva.com dari Gulf News, berikut adalah hal-hal yang bisa menyebabkan radiator menjadi terlalu panas, diantaranya yaitu:

1. Rendahnya tingkat coolant di radiator
Coolant atau pendingin yaitu campuran antifreeze (Etilen Glikol) dan air merupakan cairan yang dipompa di sekitar mesin dan tetap dingin dengan bantuan radiator. Tujuan antifreeze ini adalah untuk menjaga air di radiator agar tidak membeku pada suhu dingin dan mendidih di iklim yang lebih hangat.

Tingkat cairan pendingin yang rendah di radiator adalah salah satu penyebab utama kendaraan terlalu panas. Penurunan level dapat disebabkan oleh berbagai alasan seperti kebocoran pada paking kepala Anda yang merupakan masalah serius atau inti pemanas.

Disarankan untuk mengganti cairan pendingin setiap kali radiator diservis. Idealnya ini harus dilakukan setiap tahun. Anda harus memeriksa level cairan pendingin Anda setidaknya sebulan sekali.

2.Radiator tersumbat
Penyebab umum terjadinya penyumbatan  pada radiator adalah kotoran, serangga mati, atau serpihan lepas seperti batu. Hal Ini akan menghalangi aliran udara melalui radiator yang mengakibatkan panas berlebih. Buka kap mesin dan Anda biasanya dapat melihat ini dengan jelas.

Jika tidak ada benda yang terlihat jelas menyumbat radiator Anda, itu bisa jadi adanya penyumbatan internal. Pindai permukaan radiator untuk mencari titik dingin menggunakan termostat inframerah jika Anda memilikinya. Jika Anda tidak memilikinya, Anda bisa membuka tutup radiator saat mobil sudah dingin, lalu periksa cairan radiator apakah ada perubahan warna cokelat atau adanya kontaminasi di dalam cairan pendingin seperti kotoran yang mengambang. Jika ada berarti radiator anda mengalami penyumbatan internal.

3. Mesin penukar panas
Secara tradisional radiator dibuat menggunakan inti tembaga dan kuningan. Tetapi inti aluminium yang hemat biaya dan hemat berat perlahan lahan digantikan menggunakan tangki plastik. Alasan perubahan ini adalah karena radiator aluminium lebih dingin daripada radiator tembaga kuningan. Tingkat perpindahan panas dalam aluminium sangat mengesankan di antara logam biasa.

Jika Anda memiliki mobil yang lebih tua dengan pipa tembaga dan kuningan, maka usia mobil bisa jadi menjadi sumber masalahnya karena mobil baru tidak akan terpengaruh dengan hal itu dengan mesin yang serba baru dari pabrik.

4. Tutup radiator
Tutup radiator yang tidak berfungsi menyebabkan radiator terlalu panas, penyebab yang sangat umum dan diabaikan. Jika tutup radiator tidak terpasang dengan benar, maka bisa mengakibatkan cairan pendingin bocor.

Tutup radiator juga membantu menjaga tekanan air dengan benar, jika tidak terpasang dengan benar akan mengakibatkan tekanannya terganggu.

5. Termostat
Termostat merupakan katup yang mana merupakan komponen kunci radiator. Jika termostat macet tertutup maka air panas dalam sistem tidak dapat mengalir kembali ke radiator untuk didinginkan. Hal ini mengakibatkan panas berlebih Termostat relatif mudah diganti dan merupakan penyebab paling umum dari panas berlebih.


Baca juga : https://otodiva.com/2021/07/23/kesalahan-yang-sering-dialami-wanita/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here