BMW menarik lebih dari 50.000 mobil dan SUV dari model tahun 2019 hingga 2021 untuk mengatasi masalah perangkat lunak yang dapat menyebabkan hilangnya bantuan pengereman, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

BMW juga mengatakan bahwa untuk sementara bantuan pengereman mungkin tidak bisa berfungsi, semua kendaraan yang terdampak dan dapat mempertahankan kemampuan pengereman mekanis, nantinya akan ditingkatkan. Masalah ini mempengaruhi kendaraan BMW serta Toyota Supra, yang secara mekanis mirip dengan roadster BMW Z4.

Jika pengguna menemukan mobilnya tanpa adanya bantuan pengereman, pengguna harus menekan pedal lebih keras untuk berhenti dan jarak berhentinya juga harus lebih diperhatikan.

Menurut pembuat mobil, dalam kondisi start tertentu perangkat lunak manajemen mesin dapat merusak pompa oli/vakum yang memasok vakum memungkinkan terjadinya masalah pada fungsi brake assist (juga disebut brake boost). Salah satu dari kondisi ini berdampak pada beberapa sistem seperti :

  • Menekan tombol start/stop engine dua kali berturut-turut dengan cepat.
  • Injak pedel rem sebentar sambil menekan tombol start/stop engine.

BMW mengatakan bahwa sementara kedua situasi ini pada akhirnya dapat mengakibatkan hilangnya bantuan rem, fungsi bantuan rem penuh akan tetap tersedia untuk sekitar dua atau tiga aplikasi rem penuh, atau sekitar enam aplikasi rem penuh rem parsial.

Masalah ini menjadi terlihat setelah pihak BMW mengalami peningkatan klaim garansi pada awal tahun in. BMW melakukan tinjauan rekayasa internal atas klaim tersebut antara Februari dan April.

Seorang juru bicara BMW juga mengatakan bahwa pembuat mobil tidak mengathui adanya kecelakaan yang dikaitkan dengan masalah ini.

Baca juga : Jadikan Mobil Seperti Kantor, Gimana Nih Girls?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here