Di Indonesia, mulai banyak yang menggunakan mobil listrik. Dalam jangka panjang, membeli mobil listrik merupakan keputusan yang tepat untuk memangkas biaya kendaraan. Walaupun biaya untuk pembelian mobil listrik terhitung mahal, namun jika dipikir dalam jangka panjang mobil listrik itu hemat. Sisi hemat dari mobil listrik terutama datang dari sisi bahan bakar dan perawatan. Untuk bahan bakar, mobil listrik hanya perlu di-charge tanpa membeli bensin. Untuk sisi perawatan, mobil listrik tidak perlu pelumas mesin. Hal ini dikarenakan mobil listrik menggunakan mesin bertenaga listrik dan tidak memerlukan oli lagi.

Dibanding dengan mobil konvensional yang berbahan bakar bensin, mobil listrik dinilai lebih ramah lingkungan. Bahan bakar bensin dari mobil konvensional akan menghasilkan emisi bahan bakar berupa CO2 dan CO. Berbeda dengan mobil berbahan bakar bensin tersebut, mobil listrik lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi CO2 dan CO.

Sekarang Anda tidak perlu khawatir tentang mengemudi mobil listrik lagi. Seperti yang Anda lihat, ada banyak cara untuk mengisi ulang di stasiun pengisian kendaraan listrik umum  (SPKLU). Padahal, jalur udara Jakarta-Bali atau Sumatera saat ini banyak menyebarkan SPKLU. Sederhananya, charger kendaraan listrik sudah ada di gadget. Selama ini Google Map memang sudah menampilkan peta berbasis GPS yang kerap dipakai pengguna kendaraan.

Pasalnya selain tempat umum, Google Maps bisa menunjukkan lokasi-lokasi macet serta yang terpenting buat pengguna kendaraan yakni stasiun pengisian bahan bakar. Anda dapat menemukan SPKLU terdekat melalui aplikasi Google Maps. Caranya yaitu Anda buka aplikasi Google Maps, lalu klik Hyundai EV Charging. Nanti akan ketahuan titik-titiknya.

Tidak hanya informasi lokasi pengisian ulang, pengguna juga bisa mengetahui rincian titik pengisian baterai mulai dari jenis perangkat yang digunakan hingga tingkat kecepatan mengisi ulang dari sistem baterai. Pada sebagian mobil listrik, di head unit akan tertera perkiraan jarak yang bisa ditempuh dengan sisa baterai yang ada. Sebelum melakukan perjalanan, disarankan mengecek hal itu dan mencari lokasi SPKLU yang tersebar di rute perjalanan, Anda bisa mencari melalui aplikasi Google Maps.

Baca Juga, Cara Toyota Indonesia Populerkan Mobil Listrik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here