Banyak hal yang harus Anda ketahui tentang motor seperti cara sistem pendinginan pada mesin motor. Agar mesin tidak overheat atau terlalu panas pada silinder, piston dan katup motor, maka diperlukannya sistem pendinginan. Ini juga berfungsi untuk mencegah terjadinya perubahan bentuk atau pembakaran bahan bakar yang tidak normal, dengan itu suhu yang tinggi akibat pembakaran ini bisa didinginkan dengan sistem. Apa aja sih cara sistem pendingin pada mesin motor? Yuk simak cara yang sudah Otodiva.com rangkum untuk Anda!

Pertama, ada sistem pendingin sepeda motor menggunakan udara atau air cooling system. Cara kerja dari sistem ini yaitu dimana udara akan masuk lewat celah fairing yang akan masuk ke dalam celah mesin. Kelebihannya yaitu ini dapat digunakan dalam berbagai kondisi cuaca, bisa pada cuaca panas juga dingin. Sistem ini memanfaatkan udara yang masuk lewat celan mesin. Namun, sistem ini tidak cocok digunakan pada keadaan macet.

Cara selanjutnya yaitu, ada sistem pendingin menggunakan udara bertekanan atau forced air cooling system. Sistem ini bekerja dari kipas yang terpasang dari mesin yang dihubungkan ke poros engkol. Jadi, kipas akan berputar ketika mesin bekerja. Forced air yang dihasilkan oleh kipas ini akan dialirkan ke silinder dan kepada silinder yang membuat pendingin ini lebih efektif digunakan pada motor. Apakah ada bedanya dengan sistem yang menggunakan air? Tentu ada, dan sistem ini lebih baik dan bisa digunakan saat situasi macet. Karena,  kipas akan menyala untuk mendinginkan mesin. Berbeda dengan pendingin udara biasa karena jika macet tidak akan bekerja.

Cara yang ketiga, ada sistem pendingin motor dengan cairan atau bisa juga disebut Water Cooling System. Sistem ini menggunakan radiator coolant, akan tetapi lebih simpel dari pada yang digunakan di mobil. Motor yang digunakan sehari-hari biasanya menggunakan sistem pendingin cair. Cara kerja sistem ini yaitu cairan pendingin akan masuk lewat jalur khusus yang akan meuju ke ruang mesin. Selanjutnya, cairan ini akan menyerap panas pada area tersebut. Lalu, cairan pendingin akan masuk kembali ke ruang radioator yang akan didinginkan kembali, lalu akan mengalir kembali ke ruang mesin guna menyerap panas. Cara kerja ini berlangsung secara berulang.

Cara yang keempat yaitu, sistem pendingin oli atau oli cooling system. Sistem ini dapat mengatasi keadaan mesin motor yang sangat panas, juga dapat mengalirkan oli mesin ke beberapa bagian mesin yang berguna sebagai pelumas.

Baca Juga, Cari Tahu Ciri-ciri Rantai Motor Anda Rusak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here