Kebocoran cairan pendingin mungkin tidak tampak seperti masalah besar, tetapi dapat menimbulkan situasi berbahaya bagi mesin mobil Anda. Tanpa jumlah cairan pendingin yang tepat, mesin Anda bisa menjadi terlalu panas. Karena memainkan peran penting dalam seberapa baik mesin Anda bekerja, cairan pendingin harus diperiksa secara teratur. Gejala kebocoran cairan pendingin yang paling jelas adalah cairan yang terlihat di lantai garasi Anda. Karena itu bukan satu-satunya cairan yang dapat bocor dari mesin Anda, penting untuk mengetahui apa yang harus dicari untuk menentukan jenis cairannya.  Cairan pendingin biasanya berwarna hijau terang, oranye atau merah muda, dan mungkin memiliki bau yang manis. Jika Anda menyadari ada kebocoran cairan pendingin, selalu bersihkan dengan cepat, karena sangat beracun bagi manusia dan hewan peliharaan. Berikut penyabab umum kebocoran cairan pendingin pada radiator, diantaranya yaitu:

1. Ada Lubang pada radiator
Korosi di dalam radiator adalah salah satu alasan utama kebocoran cairan pendingin. Saat tabung radiator semakin tua dan lemah, Anda mungkin mendapatkan kerikil kecil atau kotoran di dalamnya yang menyebabkan kebocoran. Gasket penyegel antara tangki dan radiator juga dapat aus, dan dapat menyebabkan kebocoran. Selang yang terhubung ke radiator juga bisa menjadi penyebabnya, seiring bertambahnya usia, selang radiator pada mobil Anda akan menjadi keras dan rapuh, yang berarti tidak akan menutup juga. Tempat-tempat di mana mereka terhubung ke radiator, pompa air, dan inti pemanas semuanya menjadi rentan terhadap kebocoran.

2. Tutup radiator bocor
Tutup radiator mungkin kecil, tetapi memiliki pekerjaan yang besar. Radiator sangat bertekanan, dan tutupnya bertanggung jawab untuk menciptakan segel rapat yang menjaga sistem pendingin pada tekanan yang tepat. Namun seiring waktu, segelnya dapat memburuk atau pegas mungkin mulai aus, yang dapat menyebabkan cairan pendingin keluar.

3. Pompa air mengalami kerusakan
Pompaair memainkan peran penting dalam memastikan bahwa cairan pendingin disirkulasikan ke seluruh sistem pendingin. Biasanya digerakkan oleh sabuk dan terletak di bagian bawah mesin, dekat sabuk penggerak. Ini terhubung ke selang radiator bagian bawah, tetapi kadang-kadang sambungan selang itu bisa menjadi longgar atau mungkin menimbulkan korosi. Mungkin juga mengalami semacam kerusakan eksternal yang menyebabkannya bocor. Terlepas dari penyebabnya, ketika pompa air mengalami masalah yang mencegahnya mengalirkan cairan pendingin ke seluruh sistem, mesin Anda pada akhirnya akan menjadi terlalu panas.

Baca Juga, Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Radiator Mobil Serta Tips Menjaganya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here