Jika menyangkut keamanan, ban adalah salah satu komponen terpenting kendaraan Anda. Rem yang menghentikan laju roda, bukan mobil Anda. Sebenarnya banlah yang menghentikan laju kendaraan Anda. Semir ban dilakukan beberapa orang dalam membuat tampilan mobil yang lebih menarik dan bersih jika dilihat. Otomatis ban yang telah disemir akan terlihat mengkilap. Ada yang beranggapan bahwa semir ban dapat membuat kompon atau karet pada ban menjadi cepat rusak. Sebagian mengatakan semir ban dapat membuat dinding ban menjadi kering hingga retak. Namun, apa benar dengan rutin menyemir ban terdapat bahaya dibaliknya? Simak penjelasannya yang sudah Otodiva.com rangkum untuk Anda!

Pada sebagian orang lebih memilih menggunakan semir ban untuk mengkilaukan si karet bundar. Namun ternyata, jarang diketahui jika penggunaan semir ban rupanya justru memiliki efek buruk. Memang semir ban diyakini banyak orang dapat membuat tampilan mobil menjadi lebih keren lagi, namun ternyata hal ini dapat berbahaya jika dilakukan secara rutin. Karena, cairan semir ban yang banyak mengandung bahan kimia, diyakini bisa merusak karet ban.

Untuk Anda, pemilik kendaraan wajib tahu kandungan cairan semir yang digunakan, karena unsur kimia pada semir memang berbahaya buat ban. Efeknya, warna pada ban Anda akan lebih cepat menjadi kusam dan juga belang. Lebih parahnya lagi bisa membuat ban Anda retak, yang dimana hal ini juga dapat berbahaya untuk keselamatan Anda saat berkendara. Ada baiknya, tidak usah menggunakan semir ban secara terus-menerus.

Namun, menurut Marketing Product Development produsen ban ternama mengklaim bahwa penggunaan semir ban justru akan mengurangi usia pakai. Beralasan, karena dinding ban justru akan mengalami pecah-pecah yang bisa membuat efek ban jadi mudah bocor. Nah, yang membuat semir ban berbahaya, karena terdapat bahan kimia yang dapat merusak ban. Akan tetapi, yang Anda harus perhatikan saat menyemir sebaiknya hanya bagian dinding ban saja dan hindari menyemir terlalu tebal hingga berkali-kali. Sebab kalau sampai menyentuh tapak ban atau terlalu tebal menyemirnya, tentu sangat berbahaya, karena ban bisa menjadi licin. Maka dari itu, mobil balap pasti jarang disemir bannya, karena bisa tidak nge-grip saat di lintasan.

Baca Juga, Cara Mengganti Ban Yang Tiba-tiba Kempes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here