PT KAI dan PT INKA saat ini masih melakukan pendalaman terkait dengan penyebab dari tabrakan Kereta Light Rail Transportation (LRT) Jabodetabek di Cibubur, di atas ruas Tol Jagorawi Kilometer 12/600. Tabrakan tersebut telah terjadi saat uji coba kereta itu. Tabrakan tersebut menyebabkan masinis mengalami luka ringan. Belum diketahui secara pasti terkait penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Namun, diindikasikan karena masinis tidak mengurangi kecepatan. Masinis selamat dan hanya mengalami luka ringan. Seketika itu juga masinis langsung dirawat dan dimintai keterangan mengenai kejadian tabrakan itu. Nah, dibawah ini Otodiva.com telah merangkum spesifikasi pada kereta LRT buatan PT INKA ini. Yuk kita simak!

Kereta ini dibuat untuk menampung hingga 1.308 ribu penumpang. Namun, LRT biasanya membawa 740 penumpang dalam satu arah dan menyediakan kursi yang dapat ditempati oleh 174 orang. Dengan begitu, jika tidak ada ruang, 566 orang bisa berdiri. Susunan 1 trainset berupa 6 kereta dengan 4 kereta berpenggerak (motor car-M dan Motor Car dilengkapi Cabin-MC) dan 2 kereta non berpenggerak (trailer car-TC). Kereta Api LRT tanpa masinis ini, yang juga dikenal sebagai kendaraan driveless, memang sangat unik. Sistem secara otomatis mengoperasikan LRT Jabodebek dari mulai gerakan, kecepatan hingga berhenti. Kereta LRT ini terbuat dari alumunium alloy yang memiliki beban gandar hingga 12 ton. Pada bagian depan kereta atau kabin telah menggunakan komposit.

Secara keseluruhan trainset telah dilakukan Factory Acceptance Test (FAT) di workshop PT INKA (Persero). Sehingga, pada Oktober 2021 seluruh kegiatan pengujian dinamis sarana di lintas layang Jabodebek ditargetkan bisa diselesaikan. LRT merupakan produk anak bangsa yang menorehkan sejarah lonjakan teknologi perkeretaapian yang merupakan kancah pembuktian kemampuan Engineer Indonesia dalam merancang kereta pertama yang mampu bergerak tanpa kendali masinis. Kereta LRT Jabodebek buatan PT INKA ini menjadi proyek strategis nasional (PSN) dengan kontrak pengadaan senilai Rp3,9 triliun. Trial run dijadwalkan pada Juni-Agustus 2022 hingga direncanakan siap dioperasikan pada 17 Agustus 2022.

Baca Juga, KAI dan Bluebird Hadirkan Layanan First Mile-Last Mile, Integrasi Multi Moda Transportasi Pertama di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here