Dimana ada permukaan air disitulah selalu ada risiko ‘aquaplaning’, yang menyebabkan Anda kehilangan kendali atas kendaraan Anda dan menempatkan Anda dalam bahaya yang sangat fatal. Penting bagi setiap pengendara untuk memahami apa itu aquaplaning, bagaimana mereka bertindak jika itu dapat terjadi ketika mereka sedang berkendara dan apa yang dapat mereka lakukan untuk menghindari hal itu terjadi sejak awal. Berikut dikutip Otodiva.com dari RAC tentang pejelasan untuk aquaplaning. Yuk, kita simak!

Pengertian Aquaplaning
Aquaplaning adalah masalah yang disebabkan ketika lapisan air dibiarkan menumpuk di antara ban kendaraan dan permukaan jalan yang basah atau tergenang air. Pada titik ini, ban tidak dapat mencengkeram jalan dan menyebabkan kurangnya traksi yang berarti pengemudi kehilangan kendali dan tidak dapat menyetir, mengerem, atau berakselerasi. Ini bisa menjadi pengalaman yang cukup menakutkan dan dapat dengan mudah menyebabkan kecelakaan yang fatal. Beberapa orang mengetahui hal ini dengan nama alternatif hydroplaning, kedua kata tersebut memiliki arti yang sama persis.

Penyebab Aquaplaning
Hal ini dapat disebabkan oleh curah hujan tinggi yang menggenang di permukaan jalan atau oleh genangan air di mana terdapat lubang atau bekas roda di jalan. Selain itu, aquaplaning dapat diperparah oleh dua faktor lain yaitu kondisi ban kendaraan dan kecepatan kendaraan. Dikatakan bahwa ban berkualitas baik dapat membersihkan setara dengan satu ember air dari jalan setiap tujuh detik, yang berarti bahwa ban dalam kondisi prima dapat menangani cukup banyak air saat berkendara dalam kondisi basah. Sebaliknya, ban dengan kualitas yang buruk akan kesulitan membersihkan air sebanyak mungkin, dan dalam kondisi yang salah dapat memperburuk masalah dan memungkinkan lapisan air menumpuk di bawah ban.

Mengetahui Indikasi Aquaplaning
Anda dapat mengetahui indikasi aquaplaning yang terjadi pada mobil Anda. Saat mengemudi di jalan yang basah, Anda mungkin mendengar mesin Anda tiba-tiba menjadi lebih keras, merasa seperti Anda menjatuhkan kopling ke persneling saat mengemudi dengan kecepatan tinggi. Pastinya Anda akan merasakan kemudi menjadi ‘ringan’ dan Anda akan merasakan bagian belakang mobil seperti melayang saat ingin berbelok dari sisi ke sisi atau dikenal sebagai ‘fishtailing’.

Itulah beberapa penjelasan tentang aquaplaning. Berkendaralah dengan aman dan jangan lupa selalu periksa kendaraan Anda.

Baca Juga, Mengapa Terdapat Pola Pada Tapak Ban? Inilah Beberapa Penjelasannya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here