Menuju industri transportasi untuk masa depan tentu saja Indonesia tidak ingin tertinggal dengan Negara-negara luar nih Paradiva! Pertama di Indonesia, inovasi transportasi taksi terbang di tanah air resmi melakukan uji coba lho! Taksi terbang yang baru saja melakukan ujicoba pertamanya di Bali, Indonesia adalah EHang 216. Taksi terbang ini dibawa ke Indonesia oleh pengusaha muda tanah air, sosok di belakang Prestige Motocars yakni Rudy Salim.

“Semua uji coba berjalan dengan lancar tanpa kendala dan hasilnya berhasil dengan sempurna,” ujar Executive Chairman Prestige Aviation, Rudy Salim.

Dalam uji cobanya, taksi terbang EHang 216 sudah melakukan dua tes terbang. Yang pertama pada tanggal 25 November namun di gelar secara tertutup. Tes kedua dilakukan sehari setelah tes pertama pada tanggal 26 November, yaitu flight demo yang dibuka secara umum. Uji coba ini dilakukan guna memperkenalkan Ehang 216 kepada publik.

Kendaraan udara bertenaga itu direncanakan akan dapat mengangkut penumpang di area perkotaan dengan memanfaatkan jaringan internet dan dikendalikan dari darat. Rudy salim mengatakan bahwa taksi terbang akan dapat menjadi sebuah solusi dalam mobilitas yang efektif dengan trek jalur udara. Selain itu Rudy juga mengatakan kalau perkembangan kendaraan listrik dapat berkelanjutan dengan perkembangan yang dicapai dengan kendaraan ini.

“Untuk selanjutnya, prestige Aviation dapat mengambil peran dalam mengisi kekosongan pada industri penerbangan domestik dengan menawarkan solusi taksi udara di daerah perkotaan,” ujar Rudy Salim.

Taksi terbang Ehang 216 ini diklaim mampu mengangkat beban hingga 220kg dengan maksimal 2 penumpang dan juga memiliki kecepatan hingga 130 km/jam. Pengisian daya baterai pada Ehang 216 ini juga hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan output 220V atau 380V.

Salah satu keunggulan Ehang 216 ini ialah dapat memberikan efisiensi waktu tempuh menjadi lebih cepat ketimbang menggunakan kendaraan konvensional pada umumnya. Ehang 216 bisa memotong waktu perjalanan sejauh 30-50 km menjadi hanya 20 menit melalu udara. Di sisi lain Ehang 216 juga menggunakan energi listrik, yang tentunya ramah lingkungan.

Untuk masalah keselamatan pada taksi terbang ini, Rudy menyakinkan dengan teknologi otonom mampu meminimalisir kemungkinan adanya kegagalan atau kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan manusia atau human error.

Baca Juga, Intip Taksi Terbang Ehang 2016 Yang Sudah Resmi Diluncurkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here