Untuk memasang komponen yang satu ini pada lampu utama, perlu memperhatikan kondisi kabel lampu jauh dan dekat pada soket dan warna kabel yang berbeda-beda, semua itu bergantung pada jenis motor yang digunakan. 

Mengutip dari Otosia, biasanya kaki pada relay akan ditandai dengan beberapa nomor yang menjadi penanda, seperti

30, 85,86, 87 dengan posisi yang berbeda, tergantung jenis relay. Pola tersebut dapat kalian gunakan jika memiliki motor dengan arus kelistrikan DC. ciri dari motor dengan kelistrikan DC adalah dapat menyalakan lampu walaupun kondisi mesin mati. 

Untuk lampu jauh dan dekat menggunakan relay yang terpisah, sehingga jika ingin menggunakan salah satu lampu saja, pasang relay yang dibutuhkan. Pada jenis lampu ini menggunakan relay dengan 4 kaki. 

Sedangkan untuk motor yang menggunakan kelistrikan tipe AC, seperti pada bebek dan matic kelistrikan akan menyala jika mesin dalam kondisi hidup. Rangkaian yang satu ini memiliki fungsi sebagai pemindah sumber tegangan lampu dari spul menuju aki. 

Kelistrikan tipe AC ini memiliki kelebihan, yaitu tetap menyala terang meskipun kondisi mesin dalam putaran rendah. Untuk tipe bohlam lampu, kalian dapat menggunakan wattnya dengan ukuran lebih besar daripada aslinya.

Pemasangan relay dapat dilakukan di area jalur kabel sebelum saklar lampu jauh dan dekat. Seperti halnya jika saklar on-off lampu berada di panel stang sisi kanan sementara saklar lampu jauh-dekat ada di area stang sebelah kiri, maka rangkaian relay dipasang pada kabel yang menghubungkan kabel di panel kanan dan panel kiri.  

Baca juga : Ini Dia Tips Aman Untuk Anda Melakukan Manuver Saat Berkendara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here