Kecelakaan adalah hal yang pastinya sangat dihindari oleh setiap pengemudi, termasuk para penumpang. Walau anda sudah berkendara dengan perlahan sekalipun, kecelakaan bisa terjadi karena adanya pengendara lain yang kurang berhati-hati. Untungnya, saat ini sudah banyak teknologi keamanan di mobil yang menjamin keselamatan penumpang ketika terjadi kecelakaan.

Ironisnya, tak banyak orang yang paham istilah-istilah fitur keamanan yang saat ini sudah dipasangkan pada setiap mobil keluaran baru. Hal ini kemudian membuat mereka kurang sadar akan pentingnya fitur ini dan akhirnya malah mengabaikannya. Agar semakin paham dengan setiap fungsi fitur keamanan terkini di mobil, berikut beberapa fitur yang wajib Anda pahami.

Fitur Airbag

Fitur yang paling umum diketahui masyarakat adalah airbag yaitu bantalan yang dapat digelembungkan untuk melindungi pengemudi dan penumpang dari cedera serius saat terjadi tabrakan. Airbag menyokong sabuk pengaman untuk menghindarkan pemakainya dari benturan di interior mobil. Biasanya, airbag dipasang di dashboard dan roda kemudi. Airbag sangat cepat dalam menggelembung, bahkan bisa mencapai 100 km/jam. Oleh karena itu, sebaiknya jangan pernah menaruh sesuatu di atas dashboard agar benda tersebut tidak jadi proyektil yang berbahaya bagi penumpang.

ANTI-LOCK BRAKING SYSTEM (ABS)

Sesuai namanya, sistem ini membantu pengemudi untuk mengendalikan kendaraan dan mencegah selip ketika mobil melakukan mengerem secara mendadak. ABS akan menggunakan sensor kecepatannya untuk menentukan apakah ada roda yang bakal mengunci dengan sendirinya. Bila roda akan mengunci, pipa hidrolik akan mengendur dan mengurangi pengereman pada roda tersebut sehingga tidak tergelincir dan selip. Hal ini kemudian akan membantu pengemudi untuk mengendalikan kemudi lebih baik.

ELECTRONIC BRAKE DISTRIBUTION (EBD)

Electronic brake distribution (EDB) adalah fitur tambahan untuk sistem ABS yang lebih canggih. Ada sistem tersendiri yang mengidentifikasi kondisi jalan, kecepatan, jumlah muatan, dan lain sebagainya untuk mengatur kemampuan pengereman yang lebih efektif. Sistem pengereman pada EBD tidak seperti sistem pengereman biasa yang mengerahkan kekuatan sama kepada setiap empat roda. EBD akan memberikan kekuatan pengereman yang secara konstan berubah sesuai dengan kondisi yang telah terbaca sebelumnya.

Misalnya ketika Anda melakukan pengereman di jalur lurus. Dalam mobil yang memiliki EBD, roda belakang akan mendapatkan tekanan yang lebih rendah dari pada roda depan, yang notabene jadi daya topang utama pengereman. Tanpa EBD, sistem pengereman akan memberikan tekanan yang sama pada setiap roda yang berpotensi menyebabkan roda terkunci.

Traction Control

Fitur ini digunakan untuk mencegah roda kehilangan daya gesek saat menambah kecepatan. Roda yang berputar licin di jalan memang memberikan efek keren saat berkendara, namun hal ini tidak akan membantu Anda untuk mendapatkan kecepatan yang Anda inginkan. Selain itu, roda juga bisa cepat gundul akibat tergesek secara konstan.

Sistem komputasi pada traction control akan membandingkan kecepatan putaran roda dengan kecepatan mobil itu saat melaju. Ketika ada loss grip atau hilangnya gaya gesek, maka traction control akan membantu mengurangi kecepatan putaran roda. Dengan begitu, roda akan kembali meraih gaya gesek dan dapat melaju sesuai keinginan.

Baca juga : Jenis Mobil yang Cocok Dengan Profesi Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here