Harga bahan bakar minyak alias BBM yang mengalami kenaikan beberapa waktu lalu dapat disikapi dengan gaya mengemudi hemat bahan bakar. Dengan menerapkan gaya mengemudi hemat bensin, bukan tak mungkin kita dapat melakukan penghematan.

Namun tentu pastikan juga kondisi mobil Toyota Anda selalu prima. Mulai dari mesin, kaki-kaki, sampai bagian body atau eksterior jangan ada yang bermasalah.

Hal ini demi optimalnya usaha menghemat konsumsi bahan bakar mobil yang kamu gunakan. Setidaknya ada 5 jurus jitu dalam mengemudi hemat bensin yang bisa Anda terapkan. Simak sampai habis kelima jurusnya di bawah ini.  

Mengurangi rem mendadak

Kurangi kebiasaan rem mendadak. Sebab, sadar atau tidak, manuver rem mendadak dapat memicu konsumsi bahan bakar lebih banyak akibat otomatis kecepatan mobil berkurang secara drastis dan memerlukan energi besar untuk bergerak lagi. Jika hal ini berulang terus-menerus maka konsumsi BBM cenderung boros.

Baik pada mobil bertransmisi matic maupun manual, manuver rem mendadak perlu dihindari jika hendak mengejar efisiensi konsumsi bahan bakar. 

Tidak melakukan akselerasi spontan

Pada mobil bertransmisi matic, point satu ini kerap disebut dengan kick down. Selain dapat membuat bahan bakar terbuang percuma, akselerasi spontan juga dapat membuat boros ban.

Boros bahan bakar akibat akselerasi spontan atau mendadak bisa terjadi baik di mobil bertransmisi manual maupun matic sekalipun. Sebaiknya selalu perlahan dalam menekan pedal gas agar bahan bakat efisien dikonsumsi mesin.

Berangkat lebih awal

Sadar atau tidak, dengan berangkat lebih awal dapat menghemat konsumsi bahan bakar. Sebab dengan berangkat lebih awal Anda tak perlu tergesa-gesa atau memacu kendaraan lebih cepat.

Dengan demikian konsumsi bahan bakar yang dikonsumsi mesin lebih efisien. Sebab kecepatan yang dapat diraih karena memiliki waktu lebih awal dalam perjalanan dapat lebih rendah dan konstan.

Tidak mengemudi agresif

Sudah pasti gaya mengemudi agresif sangat sulit untuk menciptakan kehematan bahan bakar yang efisien. Bahkan gaya mengemudi agresif juga menjadikan peluang terjadinya kecelakaan lalulintas lebih tinggi.

Contoh ketika melaju di jalan tol yang lengang, jangan tunggu lama hingga mesin “teriak” dan putaran mesin tinggi baru mengoper ke gigi yang lebih tinggi. Jika hal tersebut dibiarkan, maka konsumsi bahan bakar cenderung lebih boros.

Baca juga : TIPS PENTING SAAT BERLIBUR CAMPING DENGAN MOBIL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here